Cara Mendapatkan Voucher Shopee untuk Toko Kamu: Panduan Seller
Cara mendapatkan voucher Shopee untuk tokomu langkah demi langkah. Setting diskon, kode, kuota, dan strategi voucher yang menarik pembeli baru.
Voucher toko yang tepat mendatangkan pembeli baru. Tanpa kamu bayar per klik seperti iklan. Tapi banyak seller baru bingung harus mulai dari mana di Seller Centre. Panduan ini menunjukkan cara mendapatkan voucher Shopee untuk tokomu, langkah demi langkah, dari setting pertama sampai voucher tayang ke pembeli.

“Mendapatkan voucher” di sini bukan berarti kamu menunggu Shopee memberi sesuatu secara cuma-cuma. Sebagai seller, kamu yang membuat dan mendanai voucher toko sendiri lewat Seller Centre — mirip kupon diskon yang kamu tawarkan untuk menarik pembeli, bukan voucher yang kamu klaim seperti pembeli biasa. Shopee juga punya program voucher yang didanai platform sendiri, dan panduan ini membahas keduanya.

Voucher toko bekerja karena dua alasan. Pertama, listing dengan badge “Voucher Tersedia” tampil lebih menonjol di halaman pencarian dan mendapat klik lebih banyak dibanding listing tanpa promo. Kedua, platform marketplace cenderung memprioritaskan produk yang aktif ikut program promo dalam ranking organik — jadi voucher bukan cuma soal diskon, tapi juga soal visibilitas.
Sebelum Mulai
Pastikan semua ini sudah siap sebelum membuat voucher pertamamu:
- Akun Shopee seller yang sudah aktif dan terverifikasi — kalau belum punya, baca dulu Cara Daftar Shopee Seller Centre Indonesia
- Minimal 1 produk yang sudah listing dan berstatus aktif di tokomu
- Sudah menghitung margin produk, supaya kamu tahu berapa persen diskon yang masih menguntungkan
- Akses browser di laptop atau HP untuk membuka Seller Centre — tampilan pengaturan voucher lebih lengkap lewat browser laptop dibanding aplikasi
Langkah 1: Login ke Seller Centre dan Buka Voucher Toko Saya
Buka seller.shopee.co.id di browser, lalu login dengan akun seller tokomu.
Setelah masuk ke dashboard, cari menu Promosi Saya di sidebar kiri. Klik menu tersebut, lalu pilih Voucher Toko Saya dari sub-menu yang muncul. Halaman ini menampilkan semua voucher yang pernah kamu buat — aktif, terjadwal, maupun yang sudah berakhir.
Kalau menu Promosi Saya tidak muncul, kemungkinan akun sellermu belum sepenuhnya terverifikasi. Cek status verifikasi di bagian profil toko sebelum lanjut.
Langkah 2: Klik “Buat Voucher Baru” dan Pilih Jenis Voucher
Di halaman Voucher Toko Saya, klik tombol + Buat Voucher Baru.
Kamu akan diminta memilih salah satu dari dua jenis voucher:
| Jenis Voucher | Berlaku Untuk | Cocok Untuk |
|---|---|---|
| Voucher Toko | Semua produk di tokomu | Menarik pembeli baru, meningkatkan traffic toko secara umum |
| Voucher Produk | Produk tertentu yang kamu pilih | Mendorong penjualan item spesifik — stok lama, produk baru, atau produk margin tinggi |
Untuk seller baru yang baru pertama kali mencoba voucher, Voucher Toko biasanya lebih mudah diukur hasilnya karena berlaku untuk seluruh katalog.
Langkah 3: Isi Nama dan Kode Voucher
Masuk ke kolom Informasi Voucher. Ada dua field yang perlu diisi di bagian ini:
Nama Voucher — nama ini hanya untuk referensi internal, tidak akan ditampilkan ke pembeli. Gunakan nama yang mudah kamu kenali sendiri, misalnya “Promo Awal Bulan” atau “Diskon Produk Baru”.
Kode Voucher — ini kode yang akan dilihat dan dimasukkan pembeli saat checkout. Berdasarkan panduan BigSeller, empat huruf pertama kode voucher diambil otomatis dari username tokomu di Shopee, dan kamu bisa menambahkan 1–5 karakter tambahan di belakangnya. Pilih tambahan yang deskriptif, misalnya kode dasar plus “10” untuk diskon 10%, supaya pembeli mudah mengingatnya kalau kamu bagikan lewat caption atau chat.

Langkah 4: Pilih Tipe Diskon — Persentase, Nominal, atau Cashback Koin
Shopee menyediakan dua tipe utama untuk voucher yang kamu danai sendiri:
Diskon — kamu bisa memilih diskon persentase (misalnya 10%) dengan atau tanpa batas maksimum nominal, atau diskon nominal tetap (misalnya potongan Rp 20.000). Contoh yang umum dipakai seller: diskon 10% dengan maksimum potongan Rp 50.000, supaya kamu tidak rugi besar di transaksi bernilai tinggi.
Cashback Koin — alih-alih memotong harga langsung, pembeli mendapat Koin Shopee yang bisa dipakai lagi di transaksi berikutnya. Cocok kalau tujuanmu adalah mendorong pembeli kembali belanja di tokomu, bukan sekadar menutup penjualan pertama.
Kalau kamu baru mulai, diskon persentase dengan batas maksimum adalah pilihan paling aman — kamu tahu persis berapa rupiah maksimal yang akan kamu tanggung per transaksi. Cashback Koin lebih cocok dipakai belakangan, setelah kamu punya basis pembeli berulang yang ingin kamu pertahankan, karena efeknya terasa di transaksi kedua dan ketiga, bukan di penjualan pertama.
Kamu juga tidak harus memilih satu tipe untuk selamanya. Banyak seller menjalankan voucher diskon persentase untuk menarik pembeli baru di awal bulan, lalu beralih ke Cashback Koin menjelang akhir bulan untuk mendorong pembeli lama belanja lagi sebelum kuota bulanan mereka reset.
Langkah 5: Tentukan Minimum Pembelian dan Maksimum Diskon
Isi kolom Minimum Pembelian — nilai transaksi minimum yang harus dicapai pembeli sebelum voucher bisa dipakai.
Jangan set angka ini terlalu rendah. Minimum pembelian yang terlalu kecil membuat kamu memberi diskon bahkan untuk transaksi yang sudah akan terjadi tanpa voucher. Idealnya, set minimum pembelian sedikit di atas rata-rata nilai transaksi normal di tokomu, supaya voucher benar-benar mendorong pembeli membeli lebih banyak — bukan cuma memotong margin dari pembeli yang sudah pasti checkout.
Misalnya, kalau pembeli di tokomu biasanya belanja satu item dan langsung checkout, set minimum pembelian di angka yang baru tercapai kalau mereka menambah satu item lagi ke keranjang. Dengan begitu, voucher mendorong perilaku baru — belanja lebih banyak — bukan sekadar memberi diskon gratis untuk kebiasaan yang sudah ada.
Kalau kamu memilih diskon persentase, isi juga Maksimum Diskon supaya potongan tidak membengkak di transaksi besar.
Langkah 6: Atur Kuota Penggunaan dan Anggaran Promosi
Tentukan Kuota Penggunaan — jumlah voucher yang bisa diklaim pembeli selama periode berlaku.

Kuota ini langsung berkaitan dengan anggaran promosimu. Kalikan kuota dengan estimasi rata-rata diskon per transaksi untuk memperkirakan total biaya maksimal voucher ini kalau semua kuota terpakai. Kalau anggaran promosimu bulan ini terbatas, mulai dari kuota kecil dulu — kamu selalu bisa membuat voucher baru dengan kuota lebih besar setelah tahu seberapa cepat voucher pertamamu diklaim.
Langkah 7: Tentukan Periode Berlaku Voucher
Set tanggal dan jam mulai serta berakhirnya voucher di kolom Periode Berlaku.
Sinkronkan periode ini dengan momen yang relevan untuk tokomu — awal bulan (saat gajian), tanggal kembar (9.9, 10.10, 11.11), atau saat kamu baru upload produk baru dan ingin mendorong penjualan awal supaya cepat dapat review.
Ingat: berdasarkan panduan BigSeller, setelah voucher aktif, hanya waktu berakhir dan kuota yang masih bisa kamu ubah — persentase diskon, minimum pembelian, dan kode voucher akan terkunci begitu voucher berjalan. Cek ulang semua angka sebelum klik publikasikan.
Langkah 8: Pilih Tempat Voucher Ditampilkan
Tentukan di mana voucher ini akan muncul untuk pembeli. Ada beberapa opsi penempatan:
- Tampil di semua halaman — halaman toko, halaman produk, keranjang belanja, Shopee Feed, dan Shopee LIVE. Pilihan ini memberi visibilitas paling luas.
- Halaman tertentu saja — misalnya hanya muncul saat kamu live streaming atau di Shopee Feed, cocok untuk voucher yang ingin kamu pakai sebagai insentif khusus sesi live.
- Tersembunyi — voucher tidak tampil di mana pun, hanya bisa dipakai pembeli yang tahu kodenya secara langsung. Cocok untuk voucher yang kamu bagikan eksklusif lewat chat, grup pelanggan, atau caption konten promosi.

Untuk seller baru yang ingin traffic sebanyak mungkin, tampil di semua halaman biasanya jadi pilihan default paling masuk akal.
Langkah 9: Review dan Publikasikan, Lalu Promosikan Kodenya
Sebelum klik Publikasikan, cek ulang setiap detail: nama voucher, kode, tipe diskon, minimum pembelian, kuota, dan periode berlaku. Ingat, sebagian besar pengaturan ini terkunci setelah voucher aktif.
Setelah voucher live, jangan cuma mengandalkan visibilitas otomatis di halaman toko. Bagikan kode voucher secara aktif — cantumkan di deskripsi produk, caption konten media sosial, atau chat balasan ke pembeli yang bertanya. Voucher yang aktif tapi tidak dipromosikan seringkali kuotanya tidak habis sampai masa berlakunya selesai.

Langkah 10: Pantau Performa Voucher Setelah Aktif
Voucher yang sudah tayang bukan berarti kerjaanmu selesai. Buka kembali halaman Voucher Toko Saya secara berkala untuk melihat dua angka penting: jumlah klaim (berapa pembeli yang mengambil voucher) dan jumlah penggunaan (berapa yang benar-benar checkout memakainya).
Dua angka ini menceritakan masalah yang berbeda:
- Kuota cepat habis, tapi penjualan tidak naik proporsional — kemungkinan minimum pembelianmu terlalu rendah, sehingga voucher terpakai oleh pembeli yang sudah pasti checkout tanpa perlu didorong.
- Kuota lambat terklaim sampai mendekati akhir periode — biasanya bukan soal besaran diskon, tapi soal visibilitas. Bagikan ulang kodenya lewat caption, chat balasan, atau grup pelanggan sebelum kamu buru-buru menaikkan persentase diskon.
Catat pola ini setiap kali kamu menjalankan voucher baru. Setelah dua atau tiga kali percobaan, kamu akan mulai tahu kombinasi minimum pembelian, kuota, dan periode yang paling cocok untuk tokomu — tanpa harus menebak dari nol setiap bulan.
Voucher yang Didanai Shopee Sendiri, Bukan dari Kantongmu
Selain voucher yang kamu danai sendiri lewat Voucher Toko Saya, Shopee juga menjalankan program promo yang didanai platform sendiri — misalnya program Gratis Ongkir. Bedanya, program ini bukan sesuatu yang kamu “buat” seperti voucher toko, melainkan program opsional yang kamu daftarkan tokomu ke dalamnya lewat Seller Centre, dengan syarat dan skema biaya yang berubah dari waktu ke waktu.
Karena syaratnya sering diperbarui Shopee, jangan mengandalkan informasi dari artikel mana pun — termasuk ini — sebagai angka final. Cek halaman program promosi terbaru langsung di Seller Centre sebelum mendaftar, supaya kamu tahu persis skema biaya yang berlaku saat ini untuk tokomu.
Perbedaan paling penting untuk diingat: voucher yang kamu buat sendiri di Voucher Toko Saya sepenuhnya di bawah kendalimu — kamu tentukan diskonnya, kuotanya, dan kapan aktifnya. Program yang didanai Shopee biasanya berbentuk skema opt-in dengan syarat kelayakan tertentu, dan sebagian biayanya bisa ditanggung bersama antara kamu dan platform. Keduanya bisa berjalan bersamaan — tidak ada aturan yang melarang toko memakai voucher sendiri sekaligus ikut program promosi Shopee.
Untuk strategi lengkap soal iklan dan promosi lain di marketplace, baca Panduan Iklan Marketplace untuk Seller Indonesia. Kalau kamu juga menjual di TikTok Shop, program serupa yang tidak mengandalkan diskon langsung adalah affiliate kreator — lihat Cara Menambahkan Produk Affiliate di TikTok Shop.
Frequently Asked Questions
Berapa biaya untuk membuat voucher toko di Shopee?
Membuat Voucher Toko sendiri tidak dikenakan biaya platform. Kamu hanya menanggung nilai diskon yang kamu berikan ke pembeli dari margin produkmu sendiri — berbeda dari Shopee Ads yang kamu bayar per klik. Karena itu, hitung dulu batas diskon yang masih menguntungkan sebelum menentukan persentase voucher.
Apa bedanya Voucher Toko dan Voucher Produk?
Voucher Toko berlaku untuk semua produk di tokomu — pembeli bisa memakainya untuk item apa pun asal totalnya mencapai minimum pembelian. Voucher Produk hanya berlaku untuk produk tertentu yang kamu pilih, cocok kalau kamu ingin mendorong penjualan item spesifik seperti stok lama atau produk baru yang ingin kamu naikkan penjualannya.
Apakah saya bisa mengubah voucher yang sudah aktif?
Terbatas. Berdasarkan panduan BigSeller, mitra pengelola toko yang terintegrasi dengan Shopee, setelah voucher aktif kamu hanya bisa mengubah waktu berakhir dan kuota — pengaturan lain seperti persentase diskon, minimum pembelian, dan kode voucher terkunci. Karena itu, cek ulang semua detail sebelum klik publikasikan.
Berapa kuota voucher yang ideal untuk toko baru?
Tidak ada angka baku yang berlaku untuk semua toko. Untuk toko baru, mulai dari kuota kecil (biasanya di bawah 50 klaim untuk percobaan pertama) supaya anggaran tetap terkendali sambil kamu mempelajari seberapa cepat voucher diklaim. Setelah tahu polanya, naikkan kuota secara bertahap di voucher berikutnya.
Keep Reading
- Panduan Iklan Marketplace untuk Seller Indonesia
- Cara Daftar Shopee Seller Centre Indonesia
- Cara Menambahkan Produk Affiliate di TikTok Shop
Detail fitur dan langkah pengaturan berdasarkan panduan BigSeller, mitra pengelola toko yang terintegrasi dengan Shopee. Tampilan menu di Seller Centre bisa berubah — cek Seller Centre Shopee langsung untuk versi terbaru sebelum membuat voucher.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa biaya untuk membuat voucher toko di Shopee?
Apa bedanya Voucher Toko dan Voucher Produk?
Apakah saya bisa mengubah voucher yang sudah aktif?
Berapa kuota voucher yang ideal untuk toko baru?
← Back to Panduan Iklan Marketplace Indonesia
More in this series:
Related Articles
Cara Menambahkan Produk Affiliate di TikTok Shop
Cara menambahkan produk affiliate di TikTok Shop langkah demi langkah. Setting komisi, aktivasi program, dan cara kreator mulai promosi produkmu.
Panduan Iklan Marketplace Indonesia: Shopee, Lazada, TikTok
Panduan iklan marketplace Indonesia: cara kerja Shopee Ads, Lazada, dan TikTok Shop Ads, cara hitung ROAS, dan kapan waktu tepat mulai beriklan.
Before you go, grab the Shopee setup playbook
Registration, first listing, COD activation, ShopeePay setup. 15 pages, annotated screenshots.
No spam. Unsubscribe anytime.