MT MarketplaceTactics

Panduan Iklan Marketplace untuk Seller Indonesia

Pelajari cara beriklan di Shopee, Lazada, dan TikTok Shop Indonesia. Jenis iklan, anggaran, ROAS, dan kesalahan yang menghabiskan budget iklan pertamamu.

Kebanyakan seller Indonesia menghabiskan budget iklan pertama mereka dalam 72 jam.

Mereka mengaktifkan Shopee Ads di hari pertama buka toko, bidding keyword umum tanpa review di listing mereka, lalu menyaksikan Rp 500.000 hilang tanpa hasil. Kemudian mereka menyimpulkan bahwa “iklan marketplace tidak efektif” – padahal masalah sebenarnya adalah beriklan sebelum toko siap mengkonversi.

Iklan marketplace bekerja. Tapi iklan hanya bekerja kalau timing, targeting, dan listing di balik iklan itu sudah benar. Panduan ini membahas iklan berbayar di setiap marketplace utama Indonesia – Shopee Ads, Lazada Sponsored Products, dan TikTok Shop Ads – untuk seller yang ingin menghabiskan uang untuk pertumbuhan, bukan untuk pelajaran yang seharusnya bisa didapat gratis.

Apa Itu Iklan Marketplace?

Iklan marketplace adalah sistem promosi berbayar yang tersedia di platform ecommerce seperti Shopee, Lazada, dan TikTok Shop. Berbeda dengan Google Ads atau Facebook Ads yang mengarahkan traffic ke website eksternal, iklan marketplace mempromosikan produkmu di dalam platform tempat pembeli sudah browsing dan siap membeli.

Model dasarnya adalah pay-per-click (PPC): kamu menetapkan jumlah bid, platform menampilkan produkmu ke pembeli yang relevan, dan kamu membayar hanya ketika seseorang mengklik iklanmu.

Shopee Ads: Fondasi Utama

Shopee adalah marketplace terbesar di Indonesia, dan Shopee Ads adalah platform iklan yang pertama kali ditemui kebanyakan seller Indonesia.

Shopee Keyword Ads

Keyword ads adalah format iklan paling langsung di Shopee. Produkmu muncul di bagian atas hasil pencarian ketika pembeli mencari keyword yang kamu bidding.

Cara kerjanya:

  • Pilih produk dari tokomu
  • Pilih keyword untuk di-bidding (atau biarkan Shopee yang menyarankan)
  • Tetapkan bid cost-per-click (CPC) maksimum
  • Tetapkan batas budget harian
  • Ketika pembeli mencari keyword-mu dan mengklik iklanmu, kamu membayar sejumlah bid

Range CPC tipikal di Indonesia: Rp 200-800 untuk keyword low-competition, Rp 800-2.500 untuk kompetisi sedang, dan Rp 2.500-5.000+ untuk kategori yang sangat kompetitif seperti elektronik dan kecantikan.

Shopee Discovery Ads

Discovery ads menempatkan produkmu di halaman detail produk, feed rekomendasi, dan bagian “Kamu Mungkin Juga Suka”. Alih-alih menargetkan keyword, discovery ads menargetkan perilaku pembeli.

Range CPC tipikal: Umumnya lebih rendah dari keyword ads – Rp 150-600 untuk kebanyakan kategori.

Strategi Budget Shopee Ads

Kesalahan budget paling umum adalah mengeluarkan terlalu banyak terlalu cepat. Mulai dengan Rp 50.000-100.000 per hari untuk 2-3 produk teratasmu. Jalankan kampanye selama 7 hari untuk mengumpulkan data. Cek ROAS-mu – jika produk menghasilkan 3x atau lebih dari belanja iklan, naikkan budget. Jika di bawah 2x, pause dan perbaiki listing sebelum mengeluarkan lebih banyak.

Lazada Sponsored Products

Platform iklan Lazada beroperasi mirip dengan Shopee Ads tapi dengan beberapa perbedaan penting dalam targeting dan penempatan.

Lazada menawarkan targeting otomatis dan manual. Targeting otomatis cocok untuk pemula yang belum tahu keyword mana yang harus ditargetkan. Targeting manual memberikan kontrol lebih presisi untuk seller berpengalaman.

Range CPC tipikal di Lazada Indonesia: Rp 300-1.000 untuk kebanyakan kategori.

TikTok Shop Ads Indonesia

TikTok Shop Ads beroperasi dengan model yang berbeda secara fundamental. Iklan muncul di dalam feed konten – antara video hiburan, trending sounds, dan konten kreator.

Format iklan TikTok Shop:

  • Product Shopping Ads – Menggunakan foto produk yang sudah ada, tidak perlu membuat video
  • Video Shopping Ads – Video pendek yang menampilkan produkmu, performa jauh lebih baik dari iklan statis
  • Live Shopping Ads – Promosi sesi live streaming ke audiens yang lebih luas
  • Program Affiliate – Kreator TikTok mempromosikan produkmu dengan imbalan komisi per penjualan

Kapan Mulai Beriklan (dan Kapan Harus Menunggu)

JANGAN mulai beriklan sampai:

  1. Listing-mu siap mengkonversi. Foto berkualitas di setiap slot, judul yang dioptimasi keyword, spesifikasi lengkap, harga kompetitif.
  2. Kamu punya minimal 10-20 review asli. Listing tanpa review dan listing dengan 50 review akan mengkonversi traffic dengan rate yang sangat berbeda.
  3. Margin-mu bisa menyerap biaya iklan. Kamu butuh minimal 15-20% margin headroom setelah semua biaya untuk mendanai iklan secara berkelanjutan.
  4. Kamu sudah memproses minimal 30-50 pesanan. Ini membuktikan supply chain-mu bekerja.

Kesalahan Iklan yang Umum

  • Beriklan sebelum listing siap. Setiap klik ke listing berkualitas rendah adalah uang yang terbuang.
  • Bidding keyword broad yang kompetitif. Seller baru yang bidding “sepatu” bersaing dengan seller mapan berbudget besar. Mulai dengan keyword long-tail.
  • Set dan lupakan. Kampanye iklan marketplace butuh review mingguan.
  • Mengabaikan ROAS per produk. Lacak ROAS di level produk, bukan hanya store-wide.
  • Panik belanja saat periode kampanye. Event besar (9.9, 11.11, 12.12, Harbolnas) membuat CPC naik 2-3x.

Jelajahi Panduan Iklan

Untuk panduan lebih lengkap termasuk perbandingan detail Shopee vs Lazada vs TikTok Shop Ads, strategi per platform, dan tutorial step-by-step, baca panduan kami dalam bahasa Inggris: Marketplace Advertising Guide for Indonesian Sellers.

Sudah punya fondasi toko yang kuat? Iklan adalah multiplier – mempercepat yang sudah berjalan baik. Tapi iklan juga mempercepat kerugian dari listing yang lemah, margin tipis, dan fulfillment yang buruk. Pastikan fondasinya benar dulu. Baru biarkan iklan mempercepat apa yang sudah bekerja.