MarketplaceTactics MarketplaceTactics
MarketplaceTactics Team/ / 6 min read
How-To Guide

Riset Pasar Marketplace: Cara Cek Produk Laris Sebelum Mulai Jualan

Panduan riset pasar marketplace: cek produk laris, analisis kompetitor, dan validasi permintaan sebelum jualan di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop.

Jualan tanpa riset pasar itu judi. Kamu keluar modal buat stok, foto produk, dan waktu, lalu berharap ada yang beli. Riset pasar marketplace membalik logika itu: kamu tahu dulu produk apa yang dicari, siapa kompetitornya, dan berapa harga wajar, baru buka listing pertama.

Seller Indonesia meninjau data riset pasar dan laporan penjualan di laptop

Apa Itu Riset Pasar Marketplace dan Kenapa Wajib Dilakukan?

Riset pasar marketplace adalah proses mengumpulkan data soal permintaan, kompetisi, dan harga sebelum kamu buka listing di Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop. Seller yang riset dulu tahu persis produk apa yang dicari dan seberapa ketat kompetitornya, bukan menebak-nebak dari feeling.

Marketplace Indonesia bukan tempat jualan yang sepi. Kategori paling laris seperti fashion, kecantikan, dan aksesoris HP sudah diisi ribuan seller yang bersaing lewat harga, foto, dan volume ulasan. Masuk ke kategori ini tanpa riset sama saja membuka toko fisik di pasar tanpa pernah jalan-jalan dulu untuk lihat toko sebelah jual apa dan berapa harganya.

Riset pasar yang benar menjawab tiga pertanyaan sebelum kamu keluar modal: apakah produk ini benar-benar dicari, siapa saja yang sudah jualan produk sejenis, dan di harga berapa kamu masih bisa untung setelah dipotong komisi platform. Ketiga jawaban ini yang menentukan apakah kamu buka toko dengan modal terukur, atau menebak dan berharap.

Bedanya riset pasar di marketplace SEA dengan riset ecommerce umum: di sini kamu tidak perlu tools berbayar mahal. Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop sudah menyediakan data kompetitor dan tren pencarian langsung di dalam aplikasi seller mereka sendiri, gratis.

Fitur Apa Saja yang Bisa Dipakai untuk Riset Pasar di Marketplace?

Setiap platform utama di Indonesia punya fitur riset bawaan: Shopee lewat filter Terlaris dan Shopee Ads Keyword Planner, Tokopedia lewat menu Statistik di Seller Center, TikTok Shop lewat tab Trending. Semua bisa diakses gratis, kecuali kamu memilih menjalankan iklan berbayar.

Sebelum masuk ke langkah-langkah, kenali dulu fitur riset yang tersedia di masing-masing platform. Kamu tidak perlu pakai semuanya sekaligus, tapi tahu di mana mencari data ini menghemat banyak waktu.

PlatformFitur RisetBiayaData yang Didapat
ShopeeFilter “Terlaris” + Shopee Ads Keyword PlannerGratis untuk cek, mulai Rp 300-2.500/klik kalau iklan aktifVolume pencarian kata kunci, jumlah listing kompetitor, rentang harga
TokopediaStatistik Toko di Seller CenterGratisKategori dengan traffic tinggi, benchmark performa toko sendiri
TikTok ShopTab Trending di dashboard ShopGratisProduk yang sedang viral lewat video pendek, estimasi penjualan
LazadaLazMall Bestseller ListGratis untuk cek, berbayar kalau pakai Sponsored DiscoveryRanking produk terlaris per kategori

Untuk konteks seberapa ramai marketplace yang kamu masuki, menurut data iPrice, Shopee Indonesia mencatat lebih dari 130 juta kunjungan per bulan di 2024, jadi kompetisi di kategori populer memang nyata, bukan sekadar asumsi.

Bagaimana Langkah-Langkah Riset Pasar Marketplace?

Ikuti enam langkah ini secara berurutan. Setiap langkah menambah satu lapis data sebelum kamu tentukan produk final.

Langkah 1: Cek Kategori Terlaris dan Tren Pencarian di Shopee

Buka aplikasi Shopee, ketik kata kunci umum produk yang kamu incar ke kolom pencarian. Perhatikan saran autocomplete yang muncul, ini representasi kata kunci yang paling sering diketik pembeli.

  1. Buka kategori terkait produkmu di aplikasi Shopee
  2. Urutkan hasil berdasarkan filter Terlaris
  3. Catat 10 listing teratas: harga jual, jumlah terjual, dan jumlah ulasan
  4. Perhatikan pola harga, apakah kebanyakan di rentang Rp 20.000-50.000 atau lebih tinggi

Data dari 10 listing ini jadi patokan awal soal seberapa besar permintaan dan seberapa ketat kompetisi di kategori itu.

Tangan memegang smartphone membuka aplikasi marketplace untuk cek tren pencarian produk

Langkah 2: Analisis Listing Kompetitor yang Sudah Laku

Buka 5-10 toko kompetitor teratas dari langkah 1 satu per satu. Catat detail listing mereka: jumlah dan gaya foto, panjang deskripsi, jumlah varian, dan estimasi response rate kalau terlihat di halaman toko.

Cari gap yang belum diisi kompetitor. Apakah mereka belum menawarkan bundling? Belum ada varian warna tertentu? Fotonya masih seadanya? Gap ini yang bisa kamu isi supaya listing kamu tidak sekadar duplikat toko yang sudah ada.

Pasar tradisional Indonesia yang ramai menggambarkan tingkat kompetisi tinggi di kategori produk populer

Langkah 3: Riset Kata Kunci Lewat Shopee Ads Keyword Planner

Masuk ke Seller Centre > Iklan Saya > Shopee Ads, buat draf kampanye baru tanpa harus mempublikasikannya untuk mengakses Keyword Planner.

  1. Ketik kata kunci calon produkmu di kolom pencarian keyword
  2. Lihat estimasi volume pencarian bulanan dan rekomendasi bid per kata kunci
  3. Bandingkan beberapa variasi kata kunci, misalnya “kaos polos” vs “kaos polos combed”
  4. Catat kata kunci dengan volume tinggi tapi bid yang masih terjangkau

Bid Shopee Ads Keyword Planner mulai dari sekitar Rp 300-2.500 per klik tergantung kompetisi kata kunci yang kamu targetkan. Kamu tetap bisa lihat estimasi volumenya meski belum mengaktifkan iklan sama sekali.

Smartphone dan dokumen riset kata kunci tersusun rapi di meja kerja seller

Sudah siap toko kamu buat mulai jualan? Cek pakai Shopee Seller Readiness Scorecard, 12 pertanyaan, 3 menit, gratis.

Langkah 4: Cek Insight Toko di Tokopedia dan TikTok Shop

Kalau kamu berencana jualan lintas platform, cek juga data dari Tokopedia dan TikTok Shop.

Di Tokopedia, buka Seller Center > Statistik untuk melihat kategori dengan traffic tinggi dan benchmark performa toko dibanding rata-rata seller sejenis. Di TikTok Shop, buka tab Shop > Trending untuk melihat produk yang sedang viral lewat video pendek, termasuk estimasi jumlah penjualan yang terhubung ke konten tersebut.

Data dari dua platform ini sering menunjukkan tren berbeda dari Shopee, karena TikTok Shop terutama didorong oleh video, sementara Tokopedia lebih dipengaruhi pencarian langsung dan reputasi toko.

Langkah 5: Hitung Estimasi Margin dan Harga Kompetitif

Pakai data harga kompetitor dari Langkah 2, lalu kurangi semua biaya sebelum menentukan harga jual final:

  • Komisi Shopee: 1,6%-6,5% tergantung kategori
  • Komisi Tokopedia: 1%-6,5% tergantung kategori, per jadwal biaya seller Tokopedia
  • Biaya layanan: sekitar Rp 1.000-2.000 per pesanan
  • Ongkos kirim yang kamu tanggung (kalau ikut program gratis ongkir)

Kalau harga jual kompetitor sudah mepet dengan estimasi biayamu sendiri, itu tanda kategorinya terlalu ramai untuk margin sehat. Cari varian produk atau kategori berdekatan yang belum sepadat itu.

Tangan menulis catatan perhitungan margin dengan grafik warna-warni di atas meja kerja

Langkah 6: Uji Pasar dengan Listing Skala Kecil

Jangan langsung stok besar dari hasil riset di atas kertas. Upload 5-10 unit dulu, bukan puluhan atau ratusan.

  1. Publikasikan listing dengan stok terbatas
  2. Pantau performa selama 1-2 minggu: jumlah view, add-to-cart, dan konversi jadi pesanan
  3. Kalau performa sesuai ekspektasi, baru tambah stok dan pertimbangkan iklan berbayar
  4. Kalau performa jauh di bawah ekspektasi, evaluasi ulang harga atau foto sebelum menambah modal

Riset di atas kertas memberi arah, tapi data penjualan asli dari uji pasar kecil ini yang membuktikan apakah risetmu benar.

Kesalahan Riset Pasar yang Sering Terjadi

  • Langsung stok banyak tanpa uji pasar. Riset di atas kertas tetap bisa meleset. Uji dulu dengan stok kecil sebelum komit modal besar.
  • Hanya lihat harga, tidak hitung margin. Harga jual kompetitor yang murah tidak berarti mereka untung. Hitung dulu biayamu sendiri sebelum menyamakan harga.
  • Riset sekali lalu tidak pernah update. Tren di Shopee dan TikTok Shop bisa berubah dalam hitungan minggu. Cek ulang kategori dan kompetitor minimal sebulan sekali.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan Soal Riset Pasar Marketplace

Apa itu riset pasar marketplace dan kenapa penting sebelum jualan?

Riset pasar marketplace adalah proses mengecek permintaan, kompetitor, dan harga sebelum kamu buka listing di Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop. Tanpa riset, seller baru sering salah stok karena menebak produk yang ternyata sudah dikuasai puluhan kompetitor dengan harga jauh lebih murah.

Bagaimana cara riset produk yang laris di Shopee?

Buka kategori yang kamu incar di aplikasi Shopee, urutkan hasil berdasarkan filter Terlaris, lalu catat 10 produk teratas: harga jual, jumlah terjual, dan jumlah ulasan. Pola harga dan volume penjualan dari 10 listing ini menjadi patokan awal sebelum kamu menentukan harga dan stok sendiri.

Fitur apa yang bisa dipakai untuk riset kompetitor di marketplace?

Shopee punya filter Terlaris dan Shopee Ads Keyword Planner, Tokopedia punya menu Statistik di Seller Center, dan TikTok Shop punya tab Trending di dashboard Shop. Semua fitur ini gratis diakses dan menunjukkan data kompetitor: harga, volume penjualan, dan kata kunci yang paling banyak dicari.

Berapa biaya riset kata kunci lewat Shopee Ads Keyword Planner?

Membuka Shopee Ads Keyword Planner untuk melihat estimasi volume pencarian tidak dikenakan biaya selama kamu belum menjalankan iklan. Biaya baru muncul kalau kamu benar-benar mengaktifkan kampanye, dengan bid mulai dari sekitar Rp 300-2.500 per klik tergantung tingkat kompetisi kata kunci yang kamu targetkan.

Berapa lama waktu riset pasar sebelum mulai jualan di marketplace?

Riset pasar dasar (cek kategori terlaris, analisis 5-10 kompetitor, dan riset kata kunci) biasanya bisa selesai dalam 1-3 hari kalau dikerjakan serius. Seller yang terburu-buru sering melewatkan tahap validasi kecil, padahal tahap ini yang paling menentukan apakah stok besar layak dibeli atau tidak.

Keep Reading

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu riset pasar marketplace dan kenapa penting sebelum jualan?
Riset pasar marketplace adalah proses mengecek permintaan, kompetitor, dan harga sebelum kamu buka listing di Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop. Tanpa riset, seller baru sering salah stok karena menebak produk yang ternyata sudah dikuasai puluhan kompetitor dengan harga jauh lebih murah.
Bagaimana cara riset produk yang laris di Shopee?
Buka kategori yang kamu incar di aplikasi Shopee, urutkan hasil berdasarkan filter Terlaris, lalu catat 10 produk teratas: harga jual, jumlah terjual, dan jumlah ulasan. Pola harga dan volume penjualan dari 10 listing ini menjadi patokan awal sebelum kamu menentukan harga dan stok sendiri.
Fitur apa yang bisa dipakai untuk riset kompetitor di marketplace?
Shopee punya filter Terlaris dan Shopee Ads Keyword Planner, Tokopedia punya menu Statistik di Seller Center, dan TikTok Shop punya tab Trending di dashboard Shop. Semua fitur ini gratis diakses dan menunjukkan data kompetitor: harga, volume penjualan, dan kata kunci yang paling banyak dicari.
Berapa biaya riset kata kunci lewat Shopee Ads Keyword Planner?
Membuka Shopee Ads Keyword Planner untuk melihat estimasi volume pencarian tidak dikenakan biaya selama kamu belum menjalankan iklan. Biaya baru muncul kalau kamu benar-benar mengaktifkan kampanye, dengan bid mulai dari sekitar Rp 300-2.500 per klik tergantung tingkat kompetisi kata kunci yang kamu targetkan.
Berapa lama waktu riset pasar sebelum mulai jualan di marketplace?
Riset pasar dasar (cek kategori terlaris, analisis 5-10 kompetitor, dan riset kata kunci) biasanya bisa selesai dalam 1-3 hari kalau dikerjakan serius. Seller yang terburu-buru sering melewatkan tahap validasi kecil, padahal tahap ini yang paling menentukan apakah stok besar layak dibeli atau tidak.

Related Articles

Before you go, grab the Shopee setup playbook

Registration, first listing, COD activation, ShopeePay setup. 15 pages, annotated screenshots.

You're in! Check your inbox for a welcome email.

No spam. Unsubscribe anytime.